3 Jenis Lisensi Template Desain Grafis

Sebagaimana produk digital lainnya, template desain grafis memiliki jenis lisensi yang beragam.

Sebelum menggunakan template desain, sebaiknya Anda memahami terlebih dulu jenis – jenis lisensi template desain agar tidak melanggar aturan penggunaan yang diizinkan oleh lisensi yang Anda miliki.

Mengingat mulai banyak product creator Indonesia yang mendaftarkan hak cipta produknya di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Anda sebaiknya membaca dengan teliti ketentuan lisensi dari produk yang Anda beli.

Perhatikan Lisensi Template Desain Yang Anda Beli
Surat Pencatatan Hak Cipta

Beberapa jenis lisensi template desain yang biasa dijual untuk kalangan internet marketer adalah sebagai berikut.

Lisensi Personal

Lisensi personal mengijinkan penggunaan template desain untuk dipakai oleh pemegang lisensi dalam proyek miliknya sendiri.

Proyek yang dimaksud di sini bisa berupa website, ebook, video, profil media sosial, channel YouTube, atau jenis lainnya yang merupakan milik pribadi pemegang lisensi personal.

Template desain dengan lisensi personal tidak boleh dijual kembali, dan tidak boleh digunakan dalam proyek yang dikerjakan untuk kepentingan orang lain atau klien.

Jika Anda membutuhkan template desain untuk projek yang Anda kerjakan untuk klien Anda, maka Anda perlu jenis lisensi kedua yang akan kami jelaskan di bawah ini.

Lisensi Developer / Commercial

Lisensi developer atau komersial mengijinkan penggunaan template desain untuk dipakai dalam proyek  yang dikerjakan oleh pemegang lisensi untuk kepentingan kliennya.

Lisensi ini cocok digunakan jika Anda adalah seorang freelancer yang membuka jasa pembuatan website, pembuatan video promosi, dan jasa lain yang berhubungan dengan desain grafis.

Tapi perlu diingat, lisensi developer tidak mengizinkan Anda untuk membagikan template desain dalam format sumber atau source format kepada klien Anda.

Anda hanya boleh menyerahkan hasil akhir dari pekerjaan yang menggunakan template desain tersebut dalam bentuk format akhir.

Sebagai contoh, Anda membeli template desain kartu undangan dalam format PSD (Adobe Photoshop).

Jika Anda mengerjakan pesanan klien yang memesan desain kartu undangan dengan menggunakan template tersebut, maka yang boleh Anda serahkan pada klien adalah hasil akhir desain kartu undangan yang berupa gambar dalam format JPG atau PNG.

Contoh lain, misalkan Anda membeli template video explainer animasi dalam format PPT atau Power Point dengan lisensi developer.

Kemudian seorang klien menyewa jasa pembuatan video animasi pada Anda. Maka yang Anda boleh serahkan adalah hasil akhir video dalam format MP4, bukan template video yang masih dalam format PPT.

Lisensi Private Label Rights

Lisensi ini adalah lisensi favorit para internet marketer, karena lisensi Private Label Rights (PLR) mengizinkan pemegang lisensi untuk menjual kembali produk PLR dalam bentuk asli atau setelah dimodifikasi oleh pemegang lisensi.

Jika Anda membeli template desain dengan lisensi PLR, Anda bahkan boleh menjual kembali produk tersebut dengan nama yang Anda tentukan sendiri dan mencantumkan nama Anda sebagai product creator dari template tersebut.

Sebagai konsekuensi, Anda harus memberikan layanan atau support kepada mereka yang membeli produk tersebut dari Anda, dan tidak menyerahkan tanggung jawab support kepada pembuat aslinya.

Lisensi PLR ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, transferable dan non-transferable.

Lisensi PLR transferable mengizinkan Anda sebagai pemegang lisensi untuk menjual kembali produk tersebut dengan lisensi PLR juga, sehingga mereka yang membeli dari Anda berhak atas lisensi PLR.

Sedangkan lisensi PLR non-transferable hanya mengizinkan Anda untuk menjual kembali produk tersebut dengan lisensi personal atau lisensi developer, sehingga pembeli produk Anda tidak boleh menjual kembali produk tersebut.

Mencari Informasi Lisensi Template Desain

Untuk mengetahui jenis lisensi dari suatu produk, Anda bisa mencarinya pada halaman penjualan produk. Informasi ini biasanya terletak pada bagian FAQ (Frequently Asked Question) yang ada di bagian akhir halaman penjualan.

Contoh Ketentuan Lisensi
Contoh Ketentuan Lisensi. Sumber: Levidio Motion Pro

Jika tidak ada pada halaman penjualan, sebaiknya Anda menghubungi dan bertanya langsung pada product creator dari produk tersebut.